This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Kamis, 23 Oktober 2014

Serat Optik

LANDASAN TEORI

A.      Pengertian Serat Optik
Serat Optik adalah sebuah kaca murni yang panjang dan tipis serta berdiameter sebesar rambut manusia. Dalam pengunaannya beberapa serat optik dijadikan satu dalam sebuah tempat yang dinamakan kabel optik dan digunakan untuk mengantarkan data digital yang berupa sinar dalam jarak yang sangat jauh.

B.       BagianSeratOptik
1.    Core(inti) : berfungsi untuk menentukan cahaya merambat dari satu ujung keujung lainnya. Terbuat dari bahan silica.
2.    Cladding(lapisan) : berfungsi sebagai cermin, yakni memantulkan cahaya agar dapat merambat keujungnya.
3.    Coatingm(jaket) : berfungsi sebagai pelindung mekanis sebagai pengkodean warna. Terbuat darip lastik.
Description: https://encrypted-tbn0.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcSg_-jKIEZlUzDs2H282RsG30kjuINa39T5DSzzbmljFKQNa8XY_KluIQ
Gambar 2.1 Bagian-bagian Serat Optik
C. Jenis Serat Optik
1.    Single Mode
Mempunyai inti / Core yang relatif lebih kecil berukuran 8 sampai 10 micrometer dan berfungsi mengirimkan sinar laser inframerah (panjang gelombang 1300-1550 nanometer).karena dimensinya sangat kecil,maka hanya 1 (satu) mode cahaya yang lewat didalamnya
2.    Multi Mode
Memiliki inti / Core yang jauh lebih besar dibandingkan single mode (berdiameter 0,0025 inch atau 62,5 micron) dan berfungsi mengirimkan sinar laser inframerah (panjang gelombang 850-1300 nanometer),dengan banyak mode cahaya yang lewat didalamnya.
Description: single-mode-vs-multimode-300x208.jpg
Gambar 2.2 Single ModedanMulti Mode


D.  Kelebihan dan kekurangan Serat Optik
Sistem menggunakan transmisi fiber optik memiliki banyak kelebihan.


1.    Adapun kelebihan yang dimiliki oleh serat optik yaitu :
a.    Lebar bidang yang luas sehingga berkemampuan membawa lebih banyak informasi.
b.    Dalam serat optik tidak terdapat tenaga listrik, maka tidak akan terjadi ledakan maupun percikan api. Di samping itu serat tahan terhadap gas beracun,bahan kimia dan air,sehingga cocok ditanam dalam tanah.
c.    Kabel fiber optik tidak terpengaruh oleh cuaca.
d.    Lebih mudah dalam penanganan dan pemasangannya.
e.    Lebih ekonomis
f.     Tidak berkarat karena serat optic terbuat dari bahan silica atau kaca.
g.    Bentuknya lumayan kecil sehingga tidak terlalu memakan banyak tempat.
2.    Adapun kekurangan yang di milikioleh Fiber Optik, yaitu :
a.    Biaya yang mahal untuk peralatannya.
b.    Perlu peralatan khusus dalam prosedur pemakaian dan pemasangannya.


E.     Trouble Shooting Pada Kabel Serat Optik
1.    Alat ukur yang di gunakan :
a.      OTDR
Fungsi OTDR adalah untuk mengukur loss persatuan panjang dalam satu link, dapat mengevakuasi sambungan dan konektor.




Gambar 2.3 OTDR
b.      OPM
OPM diguanakan untuk mengukur total loss pada jaringan serat optik.
c.       OLS
OLS di gunakan untuk mengirimkan sinyal laser yang akan diterima oleh OPM berapa besar loss nya.
d.      Walking Meter
           Digunakan untuk mengetahui titik letak gangguan.
e.       Fault location
          Untuk mengetahui letak putusnya kabel serat optik.
2.    Alat kerja utama yang di butuhkan :
a.    Optical toolkit
b.    Standard toolkit
c.    Optical slicer
3.    Alat kerja bantu :
a.    Cangkul
b.    Linggis
c.    Gancu dll
4.    Material utama :
a.    KSO
b.    Closure
5.    Prosedure intestivigasi :
a.    Pengkuran dari ODF dengan OTDR .
b.    Melokalisir gangguan dari JT terdekat.
c.    Mengukur titik gangguan dengan walking meter.
d.   Mencari rute KSO dengan fault location.
e.    Menentukantitikext JT 1 dan ext JT 2 (jarak antara ext JT 1 dan 2 50 meter.
Persiapan kegiatan perbaikan

BAB IV

PENUTUP

Demikian laporan hasil Pendidikan Sistem Ganda (PSG) yang telah dibuat oleh penulis dari hasil Pendidikan Sistem Ganda (PSG) kurang lebih tiga bulan. Laporan ini berdasarkan pada pengalaman, praktek dan data-data yang dikumpulkan selama Prakerin berlangsung. Didasari oleh penulis bahwa dalam penyusunan laporan ini masih terdapat banyak kekurangan, terutama yang disebabkan karena terbatas pengetahuan yang penulis miliki serta waktu pelaksanaan Prakerin yang terbilang  singkat.
Pada akhir laporan ini penulis mencoba membuat suatu kesimpulan dan saran-saran yang mungkin dapat bermanfaat bagi pembaca atau bagi angkatan selanjutnya.

A.      Kesimpulan
Berdasarkan pengalaman yang diperoleh penulis selama pelaksanaan Pendidikan Sistem Ganda (PSG) di TELKOM AKSES Banjarmasin ada beberapa hal yang dapat disimpulkan oleh penulis, yaitu :
1.    Setelah melaksanakan kegiatan PSG, siswa mendapat keterampilan dan pengalaman yang memadai sebagai bekal di dunia kerja di masa yang akan datang.
2.    Kegiatan PSG sangat bermanfaat bagi para siswa-siswi khususnya siswa-siswi SMK Telkom Sandhy Putra Banjarbaru. Dengan adanya kegiatan PSG siswa di tuntut untuk mempunyai sikap mandiri dan mampu berinteraksi dengan orang lain sehingga siswa diharapkan dapat memiliki keterampilan serta wawasan yang tinggi.
3.  PSG merupakan kegiatan praktek di luar jam sekolah yang bekerja sama dengan masyarakat atau instansi, sehingga siswa-siswi dapat berlatih untuk mampubergaul dan bekerja sama denga masyarakat luar.
B.     Saran-saran
1.    Saran Bagi Lokasi PSG (PT. TELKOM)
       Hendaknya pembimbing lebih banyak memberikan kesempatan, jangan memberikan kesempatan  kepada siswa yang melaksanakan PSG untuk terjun langsung  dalam pekerjaan.
2.    Saran Bagi Pihak Sekolah
       Pembimbing dari sekolah sebaiknya melakukan kontak secara berkala dan rutin kepada siswa megikuti program PSG sehingga mempermudah siswa melakukan konsultasi kepada pihak sekolah.

BAB III

KEGIATAN YANG DILAKUKAN PADA SAAT PSG

A.    Kegiatan – Kegiatan Yang Dilakukan Pada Saat PSG
       Sebenarnya kegiatan-kegiatan yang saya lakukan pada saat melakukan Pendidikan Sistem Ganda (PSG) di STO 1 Centrum Banjarmasin itu sangat banyak, tapi ada 1 hari pada saat itu yang penulis rasa cukup berkesan dan ada  hubungannya dengan laporan ini dan penulis harap dari 1 hari tersebut dapat mewakili apa yang penulis lakukan sehari-hari selama melaksanakan Pendidikan Sistem Ganda (PSG).
1. FTTH
       FTTH (fiber to the home) dapat didefinisikan sebagai arsitektur jaringan optic mulai darisentral office (STO) hingga keperangkat pelanggan, Sebelum penjelasan lebihlanjut terlebih dahulu lihat analogi dari jarlokat dan jarlokaf,seperti gambar dibawah ini.
Description: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgQOIgPfrC1maTlTmXaKchZhTrWuYom4qqad0JtM13TigyQSmgXLQfv3OJ0labiL9cFY-xga8CSfQ29uwuPGzvVsIzK7d5zJv8FOG8xgAbnC6NI2Qu2Ltyz-czjLlXMYgQ_rQ-Gf_6EH_Q/s1600/1.jpg
Gambar 3.1 Konfigurasi Jarlokat dan Jarlokaf 
       Dalam jaringan akses fiber optik sama hal seperti pada jaringan akses tembaga dimanater dapat segmen-segmen catuan,pada jaringan FTTH terdapat Catuan kabel feeder,Catuan kabel distribusi, Catuan kabel dropcore dan Catuan kabel indoor dan perangkat aktif seperti OLT dan ONU/ONT seperti pada gambar di bawah ini.
Description: segmen.jpg
Gambar 3.2 Segmen-segmen pada jaringan FTTH
       Didalam konfigurasi desain FTTH ini terdapat passive spliter yang penempatan nya bisa di ODF,ODC maupun di ODP tergantung dari kondisi demandnya
a.      Desain FTTH
1)      Dalam  mendesain  jaringan  FTTH  sangat  perlu  diketahui tentang teknologi perangkat aktifnya, karena ada kaitannya dengan penggunaan core, Pada panduan atau Panduan disini teknologi yang digunakan adalah GPON.
2)      Dalam  mendesain  suatu  jaringan  FTTH  harus mempertimbangkan berbagai aspek  diantaranya  layanan yang akan  di  delivery,  pemilihan teknologi, keuntungan dan kerugian, cost serta analisa pasar serta pengembangan yang perlu diperhatikan dimasa mendatang:
a)      Memenuhi kebutuhan pasar 
Jaringan  harus  disesuaikan  dengan  trend teknologi  saat  ini dan perkembangannya  serta disesuaikan dengan  kebutuhan  calon pelanggan baik untuk saat ini maupun untuk masa mendatang. 
b)      Tepat sasaran 
Artinya  dalam  merencanakan  pembangunan disesuaikan  dengan kebutuhan yang  ada  dilapangan serta  untuk  memenuhi  kebutuhan demand yang baru, sehingga  hasil  dari pembangunan tidak mubazir, artinya sesuai dengan  tata ruang  master  plan  dari pengembang  atau dari  pemda dalam  hal  ini  dinas tata kota.
c)      Effektif & Effisien
Dalam  merancang  desain  harus mempertimbangkan cost  atau    aspek ekonomisnya pembangunan tidak berlebihan serta tepat guna. 

b.      Penggelaran FTTH 
1)      Moda Penggelaran FTTH 
a)      Duct System: untuk perumahan/HRB yang sudah menyiapkan SPBT dan di  lokasi yang  tidak dimungkinkan  membangun  Aerial  System dengan potensi demand broadband yang tinggi.
b)      Aerial System: Untuk area perumahan dan kawasan BF dan optimalisasi Pole eksisting.
c)      Microduct  System:  Untuk  HRB  dan  perumahan yang tidak memungkinkan aerial dan duct.
d)     Link budget Jaringan  fiber optik GPON dari OLT dan ONT adalah 28 dB(GPON). Untuk mengantisipasi kebutuhan operasional (perbaikan jaringan FO) maka desain FTTH dengan  maksimum redaman 25 dB atau ekivalen dengan panjang fiber optic dari OLT sampai dengan ONT maksimum 17 km.
e)      Maksimum total panjang FO feeder untuk konfigurasi RING adalah 20 km Splitter Max 2 stage dengan  konfigurasi 1 core feeder maks. ke  32 Home Pass/Lebih sesuai dengan link budget yang diperoleh, dengan aturan sbb.: Secara  umum menggunakan Two Stage (contoh penempatan splitter,splitter 1:4 di ODC dan 1:8 di ODP).Single Stage digunakan untuk :HRB, perumahan dimana semua rumah dipenuhi sampai dengan roset,demand terkonsentrasi dalam  meningkatkan kualitas desain.
f)       Jumlah kecil, dan lokasi dengan jarak jangkauan yang jauh (Link budget kristis).  
g)      Tipe konektor yang digunakan per elemen adalah SC-UPC. 
h)      Tipe tiang yang digunakan  untuk  sistem  aerial dapat  menggunakan  tiang beton atau tiang besi beserta aksesoris masing-masing tiang. 
i)        Kontribusi Loss Maksimum Per Elemen.
       Sesuai dengan definisinya jaringan fiber pada FTTH sampai dengan lokasi pelanggan,sehingga FTTH di aplikasikan pada gedung bertingka ( HRB ), Perumahan dan untuk layanan Backhaul
Description: tahu.jpg
Gambar 3.3 Modus apliokasi ftth
c.       Pertimbangan
1)      Densitas pelanggan untuk saat ini dan masa mendatang. 
2)      Jenis  layanan yang diperlukan  untuk saat ini dan kemungkinan perkembangannya di masa mendatang. 
3)      Teknologi yang akan dipilih untuk layanan Broadband dimasa depan apakah menggunakan ADSL,VDSL atau HFC, hal ini akan berpengaruh pada boundary area TKO
Berikut adalah LoM yang dibutuhkan dalam desain jaringan FTTH, dibagi per segmen.Description: https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi25dmEtsNgJrKbZjQlGqKJ-O1iyIgZPPFzhoZwxKf4-f-1tNstGqVf3n7w9hrGbcYbiEQHe3Rq35VYCum0WxF-a_SiH8HVZI4igMzPgGfmOKHm6RLPlgQNvgFZ7czlw1hqvnXoh1OX5n4/s1600/8.jpg
Gambar 3.4 LoM yang dibutuhkan
Description: material1.jpg
Gambar 3.5 Material`
I.                  Masalah Yang Dihadapi & Pemecahan Masalah

A.    Masalah Yang Dihadapi
1.  Drop core putus
Drop core sering kali putus akibat tertimpa beban berat dan tekukan berlebihan.
2.  Core dalam patch connector patah
Biasanya disebabkan oleh pelanggan (menggoyang-goyang konektor).

B.     Pemecahan Masalah
1.  Teliti dan selalu berhati-hati dalam melakukan instalasi.

2.  Penginstalasi harap dapat memberitahukan sedikitnya tentang cara pemeliharaan perangkat.