This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Senin, 03 November 2014

BAB I

PENDAHULUAN


A. Latar Belakang
  Teknologi merupakan sesuatu yang sangat penting untuk kelangsungan hidup manusia pada era globalisasi saat ini, yang menempatkannya untuk menjadi bagian terpenting dari kehidupan sebagai sarana untuk mempermudah kerja manusia dan untuk memperoleh informasi yang tidak kita ketahui. Salah satu teknologi yang menjadi pedoman manusia untuk memperoleh informasi maupun data-data dijaman sekarang ini adalah internet. Dengan internet manusia dapat melihat peristiwa-peristiwa dari berbagai belahan dunia.
Internet mempunyai peranan yang sangat penting untuk memperoleh ilmu pengetahuan dan menjadi salah satu ikon untuk mencerdaskan anak anak bangsa terutama di Indonesia, namun internet dapat mempengaruhi pola hidup manusia dari segi sosial dan budaya menjadi semakin baik maupun tidak tergantung dari apa saja informasi yang mereka dapatkan melalui internet tersebut.
     Oleh karena itu, diperlukan pengetahuan yang lebih tentang teknologi informasi dan komunikasi serta diperlukan pengguna yang handal dari segi sumber daya manusianya. Maka didirikanlah Sekolah Menengah Kejuruan Telekomunikasi Sandhy Putra Banjarbaru, Kalimantan Selatan yang memiliki dua Jurusan Teknik Komputer dan Jaringan (TKJ) serta Teknik Jaringan Akses (TJA) yang saling melengkapi satu sama lain sebagai penyedia jaringan dan pengendali jaringan.
Untuk lebih memperkokoh skill dan keterampilan siswanya maka siswa Wajib melaksanakan kegiatan Pendidikan Sistem Ganda (PSG) yang berbeda pelaksanaannya dengan pendidikan di sekolah, dimana para siswa diperkenalkan langsung dengan dunia usaha/industri (DU/DI) dan akan mendapat pengakuan berupa pemberian sertifikat.

Pelaksanaan PSG didasari pada perjanjian kerjasama antara PT.Telekomunikasi Indonesia dengan Yayasan Sandhykara Putra Telkom Nomor: TEL. 175/ HK810 / HRC60/ 2012 dan Nomor : PKS. 09/ PDD /DPPPYSPT/V/2012. Tentang : PELAKSANAAN PENDIDIKAN SISTEM GANDA (PSG) TERHADAP Sekolah Menengah Kejuruan yang berada di bawah pembinaan Yayasan Sandhykara Putra Telkom untuk diberikan kesempatan guna memanfaatkan fasilitas TELKOM melalui Pendidikan Sistem Ganda.


B. Maksud dan Tujuan
1. Maksud dari pelaksanaan PSG
Adapun maksud pelaksanaan Pendidikan Sistem Ganda (PSG) ini adalah untuk memperkenalkan para siswa/siswi SMK Telekomunikasi Sandhy Putra Banjarbaru pada dunia usaha/industri (DU/DI) secara nyata yang tentunya berbeda jauh dengan pembelajaran yang diberikan disekolah dengan aspek hampir semua pekerjaan dilakukan secara praktek dan tidak banyak memerlukan teori. Karena sebagian teori sudah di sekolah. Pendidikan Sistem Ganda (PSG) ini juga dimaksudkan untuk memperluas dan menambah wawasan siswa/siswi serta lebih memperkokoh lagi skill dan keterampilan siswa/siswi SMK Telekomunikasi Sandhy Putra Banjarbaru agar siap menjadi tenaga kerja yang ahli dan professional yang dibutuhkan oleh dunia usaha/industry (DU/DI) sekarang.
2. Tujuan dari pelaksanaan PSG
Pelaksanaan Pendidikan Sistem Ganda (PSG) bertujuan untuk :
a. Menambah serta memperluas wawasan dan pengetahuan siswa/siswi  tentang teknologi informasi dan komunikasi yang belum pernah didapatkan disekolah.
b. Memperkokoh skill dan keterampilan siswa/siswi sebagai modal untuk menjadi tenaga kerja yang ahli dan profesional dari berbagai bidang yang dipilih.
c.  Mempersiapkan tenaga kerja dimasa yang akan datang sebagai regenerasi untuk memajukan perusahaan dibidang telekomunikasi serta mengembangkan berbagai teknologi yang baru.
d. Menghasilkan lulusan-lulusan yang memiliki keahlian professional, mempunyai etos kerja yang tinggi, kreatif, kompetitif, berwawasan luas dan memiliki sumber daya manusia yang optimal.
e. Memberikan kesempatan bagi siswa yang berpotensi untuk menjadi tenaga kerja yang terampil dan produktif berdasarkan pengakuan standar potensi serta memberikan penghargaan terhadap pengalaman kerja siswa/siswi berupa pemberian sertifikat.
f. Meningkatkan efisiensi dan efektifitas pada proses pendidikan dan pelatihan tenaga kerja yang berkualitas dan professional.
3. Maksud penyusunan laporan PSG
Adapun maksud penyusunan laporan Pendidikan Sistem Ganda (PSG) ini adalah sebagai penunjang dan sarana ilmu bagi media pembelajaran disekolah mengingat pesatnya perkembangan teknologi informasi dan komunikasi di seluruh dunia yang tidak hanya bisa dihitung dalam hitungan jam bahkan dalam hitungan menit dan detik.
4. Tujuan penyusunan Laporan PSG
a. Sebagai Evaluasi Belajar Tahap Akhir yang merupakan salah satu persyaratan kelulusan SMK Telekomunikasi Sandhy Putra Banjarbaru.
b. Sebagai Evaluasi dari hasil kerja Pendidikan Sistem Ganda yang telah dilaksanakan.
c.  Sebagai Pelengkap persyaratan uji koimpetensi dan nilai PSG SMK
Telekomunikasi Sandhy Putra Banjarbaru.
d. Untuk Menambah perbendaharaan perpustakaan sekolah serta sebagai referensi untuk peserta magang selanjutnya,
e. Sebagai bahan pertimbangan antara ilmu yang dipelajari disekolah dengan ilmu yang dipelajari pada saat Pendidikan Sistem Ganda.
C.  Ruang Lingkup
Adapun kegiatan yang di lakukan selama Pendidikan Sistem Ganda (PSG)di STO 1 BANJARMASIN, meliputi:
1. Penangan gangguan pada MDF
2. Pemasangan baru telpon/speedy.


D.  Batasan Masalah
Penyusunan laporan ini mencakup pada kegiatan-kegiatan yang dilakukan pada saat Pendidikan Sistem Ganda (PSG) seperti: managemen core, managemen data, OM, FTTH, MDF dan sebagainya.

Telekomunikasi

LANDASAN TEORI


A.  Pengertian Telekomunikasi
Kata “Telekomunikasi” berasal dari bahasa yunani yaitu “tele” dan “komunikasi”. Dimana “tele” berarti jauh, sedangkan “komunikasi” berarti penyampaian informasi atau hubungan satu simpul (point) dengan simpul yang lainnya. Jadi jika di jterjemahkan secara langsung maka telekomunikasi berarti penyampaian informasi atau hubungan antar satu simpul dengan simpul lainnya yang berjarak jauh. Akan tetapi kalau melihat contoh berikut ini maka ternyata itu kurang tepat. Contohnya adalah sebagai berikut:
Intercom adalah hubungan jarak dekat, yaitu pembicaraan antara 2 orang dengan telepon intercom yang mungkin hanya berjarak 1-2 m saja dipisahkan oleh satu dinding tipis. 
Orang berteriak adalah hubungan jarak jauh, yaitu teriakan sesorang tanpa bantuan peralatan yang mungkin berjarak 50-70 m. Akan tetapi meskipun berjarak lebih jauh dari contoh yang pertama tadi, ini tidak disebut sebagai hubungan telekomunikasi.
Jadi dari kedua contoh diatas terlihat bahwa telekomunikasi ini melibatkan suatu jarak dengan suatu bentuk peralatan khusus tertentu. Oleh karena itu definisi telekomunikasi yang lebih tepat daripada definisi dia atas tersebut adalah “penyampaian informasi atau hubungan antar suatu simpul dengan simpul lainnya dengan memepergunakan bantuan peralatan khusus”. Disisni terlihat bahwa hubungan itu tidak perlu harus jauh (meskipun harus ada perkataan “tele”), dekatpun bisa. Akan tetapi yang penting adalah harus dengan memepergunakan bantuan peralatan khusus. Bantuan peralatan khusus dalam hubungan telekomunikasi ini tidak harus peralatan listrik. Ia dapat juga berupa lainnya misalnya asap, bendera, genderang, dan sebagainya. Meskipun demikian pembahasan lebih lanjut hanya akan dibahas hubungan yang mempergunakan bantuan peralatan listrik, karena ini adalah yang terbesar sampai saat ini.
Memeperhatikan hal-hal tersebut maka jelaslah bahwa ilmu pengetahuan tentang telekomunikasi adalah ilmu yang mempelajari tetntang penyampaian informasi dengan bantuan perlatan listrik.


B.  Konep Dasar Telekomunikasi
Dibanding dengan sistem-sistem yang lainny maka intercom memang  sederhana, akan tetapi ia adalah two way system, dimana kedua belah pihak dapat saling berbicara dan mendengar. Suatu baby alaram, seperti terlihat pada gambar 1.1 adalah seuatu yang mirip dengan intercom, tetapi lebih sederhana lagi karena ini adalah one way system.

   
1.1

Sistem ini terdiri dari sebuah micropon, ditempatkan pada kamar bayi, dan loudspiker pada kamar oarng tuanya. Suara yang dihasilkan oleh bayi ini dirubah menjadi signal listrik oleh mikropon, sinyal-sinyal ini disalurkan melalui kabel, diperkuat oleh amplifire dan berubah kembali menjadi suara, yang dipancarkan oleh loudspiker. Micropon dan loudspiker ini yang disebut input dan output transducer. Kedua transducer ini elemen diantaranya membentuk system telekomunikasi. Manusianya yaitu bayinya dan orang tuanya, tidak termasuk dalam sistem ini meraka adalah pemakai saja(user). Kabelnya adalah saluran transmisinya. Amplifirenya dapat diletakan di salah satu ujung yang mana saja.
Dari konsep dasar hubungan telekomunikasi, jaringan telekomunikasi diperlukan untuk menghubungkan terminal-terminal lewat saluran transmisi. Jaringan ini menghubungkan terminal berdekatan maupun yang sangat jauh sekali. Informasi yang dikirimkan dapt bermacam-macam bentuk, akan tetapi sebagian besar adalah voice frequncy signals dari telepon, atau dengan perkataan lain jaringan telekomunikasi yang terbesar didunia adalah jaringan telepon. Bentuk lainnya misalnya telegraph, data atau televisi biasanya juga dikirimkan melalui saluran telepon dengan menggunakan terminal yang sesuai. Jaringan telepon adalah jaringan terbesar karena selain adanya hubungan antar terminal sehingga diperlukan sentral switching juga jumlah terminalnya yang banyak sekali tersebar diseluruh dunia. Pada jaringan telekomunikasi, terminalnya bermacam-macam misalnya telpon, telex, radio, telvisi dan sebagainya. Seakan media saluarnnya juga bermacam-macam misalnya laut, udara, dan darat. Selain itu juga switchingnya juga bermacam-macam bahkan ada yang tanpa switching. Akan tetapi dalam hal ini yang sama adalah bentuk jaringannya. Pada dasarnya hanya ada 2 macam bentuk dasar dari jaringan telekomunikasi yaitu jaringan mata jala dan jaringan bintang. Sedangkan jaringan mata jala ini dapat dibagi menjadi 2 bagian yaitu jaringna mata jala penuh dan sebuah jaringan mata jala. 
Perbedaan yang terutama antara jaringan mata jala dengan jaringan bintang adalah bahwa jarungan mata jala merupakan jaringan tertutup, sedngkan jaringan bintang merupakan jaringan terbuka.
Dengan demikian jelaslah bahwa tidak mungkin dan tidak ekonomis bila setiap pelanggan meminta pelayanan telekomunikasi khusus kepada setiap pelanggan lainnya kepada siapa mereka berhubungan. Oleh karena itu setipa pelnggan perlu disambungkan dulu ke sentral switching dimana routing dapat dipilih sesuai tujuan yang dikehendaki. Sentral switching ini yang disebut sentral telepon atau telepon exchange (di USA disebut telepon office).
Tidak mungkin satu sentral disambungkan dengan seluruh pelanggan akan tetapi juga tidak mungkin bila seluruh sentral saling dihubungkan satu dengan lainnya melalui saluran langsung. Jadi ada suatu kebutuhan akan jumlah sentral yang diperlukan dan jumlah saluran untuk menyalurkan di antara mereka. Di sini ada pertentangan ekonomi antara jumlah sentral (dan biaya untuk saluran yang menghubungkannya) dengn biaya dari saluran pelanggan (subscriber line). Jika jumlah sentralnya sedikit, maka sebagian besar dari saluarnnya panjang. Oleh karena itu biayanya menjadi besar. Di pihak lain, jika jumlah snetralnya banyak, maka saluran pelanggan menjadi lebih pendek, dan demikian biaya untuk itu dan juga untuk peralatan sentral tersebut menjadi lebih mahal. Oleh karena itu perlu dicari jaringan yang seoptimal mungkin yang akan membutuhkan biaya semurah mungkin. Biasanya dalam kenyataanya tidak dapat demikian karena bermacam-macam hal misalnya letak sentral yang terbatas letak atau letak pelanggan yang tidak beraturan. Biasanya daerah yang mempunyai sentral yang lebih kecil tetapi meskipun demikian saluran pelangganya panjang. Sebaliknya daerah populasi penduduk yang padat mempunyai sentral besar dan saluran pelanggan yang pendek.


C.  Struktur Jaringan
Berdasarkan cara pencantuan saluran dari sentral ke pesawat pelanggan,  jaringan kabel lokal dapat dibedakan menjadi tiga macam, yaitu jaringna catu langsung, jaringan catu tidak langsung, dan jaringan catu kombinasi.
1. Jaringan Catu Langsung
Pada jaringan catu langsung ini, pesawat pelanggan di catu dari KP terdekat yang langsung dihubungkan dengan RPU tanpa melalui RK. Jadi, pada jaringan ini, semua pasangan urat kabel di KP tersambung secara tetap (permanen) ke RPU. Jaringan model ini, biasanya dipakai untuk wilayah :
a. Kota kecil yang masih menggunakan sentral manual dengan jumlah pelanggan yang sedikit.
b. Pada kota besar, sistem ini untuk mencatu daerah sekitar sentral telepon (radius sampai dengan 500 meter).
c. Untuk daerah terkonsentrasi yang mempunyai kebutuhan telepon cukup tinggi dan komplek yang tidak memungkinkan memasang RK.
2. Jaringan Catu Tidak Langsung
Jaringan catu tudak langsung adalah jaringna kabel lokal dimana pesawat pelanggan dicatu dari KP terdekat yang dihubungkan terlebih dahulu ke RK, baru kemudian dihubungkan ke RPU. Dalam hal ini RK berfungsi sebagai titik sambung antara kabel primer dan kabel sekunder. Pemakaian jaringan catu tak langsung seperti gamabar dibawah ini.
 
Gambar: 1.2

Pemakaiana jaringan catu tidak langsung ini juga di pakai kota-kota sedang dan besar yang digunakan utuk mencatu daerah yang pelangganya tersebar dan jauh.
3. Jaringan Catu Kombinasi
Jaringan catu kombinasi adalah jaringan local dimana pesawat pelanggan dicatu melalui dua cara, yakni sebagian dengan catu langsung, dan sebagian dengan catu tidak langsung. Pemakaian jaringan kombinasi ini digunakan hampir pada semua kota sedang dan besar, karena letak sentral telepon biasanya di pusat kota atau pusat kepadatan penduduk, sedangkan lokasi pelanggan menyebar mulai dari yang dekat dengan sentral telepon, dan banyak juga yang berada jauh dari letak sentral tersebut.

D.  MDF (main ditribution frame)
    1. Pengertian MDF
MDF adalah unit terminal berkapasitas besar sebagai tempat terminasi kaber dari sentral dan kabel primer dari tempat tambat awal kabel primer yang menuju kejaringan.
MDF sebagai salah satu unit di unit PT.TELKOM STO (sentral telepon otomat) johar mempunyai fungsi-fungsi khusus, yaitu:
a. Tempat penyambungan antar kabel primer dan kabel sentral
b. Tempat pengetesan dalam melokasikan gangguan
c. Temopat melakukan mutasi primer
d. Tempat mengisolir pelanggan karena administrasi
   
1.3
e. Memungkinkan pengukuran secara terpisah antara slauran kesentral dan saluran kearah pelanggan.
 2.  Bagian-bagian MDF
  a. SISKA (sistem informasi customer)
 Siska sebagai sistem komunikasi customer sebagai pengganti 
SISKAMAYA. SISKA adalah sebuah program yang di gunakan oleh PT.Telkom Indonesia dlam melakukan pencarian, perbaikan, troubelshooting, PSB(pasang sambung baru).
  b. Terminal 
Pada MDF/RPU terdpat terminal yang disusun secara vertikal dan  horizontal yaitu:
  1) Terminal blok vertikal adalah tempat terminasi kabel primer dan penjumperan ke blok horizontal.
 
1.4
  2) Terminal blog horizontal adalah tempat terminasi kabel sentral dan tempat penjamperan ke blog vertical.
 
1.5
  c. Kabel Chamber
Ruang tempat penyimpanan baik kabel tanah tanam langsung maupun kabel duct dengan kapasitas besar yang telah diinstalasi di ruang MDF untuk memperhandal jika ada penambahan jaringan.
d. EQN yaitu port yang berisi nomor yang bersumber dari sentral. Berfungsi untuk menghubungkan antar sentral terminal vertikal atau terminal horizontal yang ada di MDF atau RPU
  e. Kabel Jumper
Kabel yang ada pada ruang MDF untuk menghubungkan dari EQN port ke primer.
 
1.6
 1) DSLAM (digital subscriber line access multiplex)
DSLAM hampir sama dengan terminal vertikal dan horizontal akan tetapi DSLAM mempunyai fungsi mengkonekan telpon ke internet.
 2) Microtest
Microtest ialah alat yang berbentuk seperti gagang telepon yang digunakan untuk mengecek tone dan nomor pelanggan.
 
1.7
 3) Tang Potong
Tang potong digunakan untuk memotong dan mengupas kulit kabel jumper.
 
1.8

3. Pekerjaan di MDF
Pekerjaan-pekerjaan yang dilakukan oleh unit MDF meliputi:
a. Pada Telepon Rumah
Pekerjaan yang dilakukan MDF pada telepon rumah:
1) Melaksanakan pasang baru sambungan telepon
2) Mencabut kabel jumper
3) Memasang kembali nomor yang di cabut
4) Melaksakan omset saluran pelanggan 
5) Pengukuran arester

Selain itu ada juga yang namanya penjumperan MDF, penjumperan MDF ini untuk menempelkan kabel jumper ke MDF pada bagian terminal blok.
b. Speedy
Pekerjaan yang dilakukan MDF pada speedy hampir sama dengan pekerjaan pada telepon rumah namun di lakukan kepada pelanggan speedy.
c. Validasi Data
Validasi data bertujuan agar klem-klem diterminal vertikal MDF diketahui nomor teleponnya dan benar-benar valid. Langkah-langkah melakukan validasi data yaitu:
1) Menyiapkan buku daftar kabel primer, alat tulis dan testphone.
2) Menentukan primer yang akan di validasi.
3) Menempelkan ujung-ujung testphone pada klem yang akan di cek.
4) Menanyakan ujung telepon yang akan di test.
5) Mencocokan hasil dengan buku, beritanda menggunakan pensil apabila ada yang tidak sama tulis sebelahnya.
6) Apabila pada waktu diadakan pengetesan ada pelanggan yang sedang berkomunikasi, matikan testphone agar pelanggan tidak terganggu.
7) Melakukan berulang-ulang sesuai dengan banyaknya urat kabel yang akan di validasi.

Kamis, 23 Oktober 2014

Witel Madiun

A.  Gambaran Umum Perusahaan/ Kantor/ Instansi
PT Telekomunikasi Indonesia, Tbk (Telkom Indonesia) merupakan badan usaha milik negara (BUMN) yang bergerak di bidang jasa layanan telekomunikasi dan jaringan di wilayah Republik Indonesia Dengan statusnya sebagai perusahaan terbuka milik negara yang sahamnya diperdagangkan di bursa saham, saham Telkom Indonesia tidak hanya dimiliki oleh pemerintah Indonesia tetapi juga dapat dimiliki publik namun pemegang saham mayoritas Telkom adalah Pemerintah Republik Indonesia sebesar 53,24% sedangkan sisanya dikuasai oleh publik. Saham
Perusahaan diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia (BEI), New York Stock Exchange (NYSE), London Stock Exchange (LSE) dan Public Offering Without Listing (POWL) di Jepang.
       Layanan telekomunikasi dan jaringan Telkom Indonesia sangat luas dan beragam meliputi layanan dasar telekomunikasi domestik dan internasional, baik menggunakan jaringan kabel, nirkabel tidak bergerak Code Division Multiple Access (CDMA) maupun Global System for Mobile Communication (GSM) serta layanan interkoneksi antar operator penyedia jaringan. Di luar layanan telekomunikasi, Telkom Indonesia juga berbisnis di bidang multimedia berupa konten dan aplikasi, melengkapi portofolio bisnis Perusahaan yang disebut Telecommunication, Information, Media, Edutainment and Services (TIMES).

Bisnis telekomunikasi adalah fundamental bisnis Telkom Indonesia yang merupakan warisan tujuan awal Telkom Indonesia didirikan, sedangkan portofolio bisnis lainnya disebut sebagai gelombang bisnis baru (new wave) yang mengarahkan Perusahaan untuk terus berinovasi pada produk berbasis kreatif digital. Hal tersebut mempertegas komitmen Telkom Indonesia untuk terus meningkatkan pendapatan di dalam situasi persaingan bisnis di industri ini yang sangat terbuka.Telkom Indonesia mempunyai semangat untuk secara berkelanjutan membantu mengembangkan usaha kecil dan menengah menjadi perusahaan denganskala besar, dengan tetap mengutamakan peningkatan kesejahteraan masyarakat luas. Selain itu, Perusahaan juga terus melakukan diversifikasi usaha baik melalui merger ataupun akuisisi. Telkom Indonesia sebagai salah satu penyedia jaringan terbesar di Indonesia sedang memperkuat fundamental jaringan broadband di kawasan Indonesia Timur melalui proyek Palapa Ring sehingga dapat mewujudkan jaringan nasional yang kuat dengan nama Nusantara Super Highway.
Dengan kualitas, konektivitas dan mobilitas data yang handal dan terpercaya, mampu meningkatkan jumlah pelanggan broadband Telkom Indonesia menjadi 10,5 juta pelanggan per 31 Desember 2011, atau meningkat sebesar 64,3%. Sementara itu, pelanggan layanan seluler meningkat pesat sebesar 13,8% atau 13 juta pelanggan baru sehingga total pelanggan seluler menjadi 107 juta.

Dengan ditetapkannya inisiatif strategis Telkom Indonesia untuk mengoptimalkan layanan POTS yang merupakan salah satu layanan bisnis Telkom Indonesia, Telkom Indonesia merasa perlu menata kembali mekanisme pengelolaan bisnis tersebut, terutama pada segmen ritel kabel tidak bergerak fixed wireline (FWL) yang memiliki karakteristik pelanggan berdasarkan lokasi, alamat dan tempat tinggal. Oleh karena itu, Telkom Indonesia memetakan kembali segmen dan pelanggan yang menjadi pasar utama bisnis ritel FWL tersebut serta memanfaatkan saluran potensial yang lebih sesuai dengan lingkungan usaha Telkom Indonesia guna mewujudkan konvergensi layanan Telkom Indonesia secara efektif.

GPON

LANDASAN TEORI

A.   GPON (Gigabit Passive Optical Network)
1.         GPON secara umum
GPON merupakan teknologi FTTx yang dapat mengirimkan informasi sampai ke pelanggan menggunakan kabel optik. Prinsip kerja dari GPON itu sendiri ketika data atau sinyal dikirimkan dari OLT, maka ada bagian yang bernama splitter yang berfungsi untuk memungkinkan fiber optik tungal dapat mengirim ke berbagai ONT, untuk ONT sendiri akan memberikan data-data dan sinyal yang diinginkan pelanggan. Pada prinsipnya, PON adalah sistem point to multipoint, yang dimana mwnggunakan splitter sebagai pembagi jaringannya. Arsitektur sistem GPON berdasarkan pada TDM (Time Division Multiplexing) sehingga menduung layanan T1, E1 dan DS3.
2.         Keunggulan GPON
Adapun beberapa keunggulan yang dimiliki oleh teknologi GPON adalah:
a.       Mendukung aplikasi triple play (suara,data, dan video) pada layanan FTTx yang dilakukan melalui satu core fiber optik.
b.      Dapat membagi bandwidth sampai 32 ONT.
c.       GPON mengurangi banyak kabel dan peralatan pada kantor pusat bila dibandingkan dengan arsitektur point to point. Hanya satu port optic di central office (mengantikan multiple port).
d.      Alokasi bandwidth dapat diatur.
e.       Biaya maintenance yang murah karena menggunakan komponen pasif.
f.       Trasparan terhadap laju bit dan format data.

g.      Biaya pemasangan, pemeliharaan dan pengembangan lebih effisien
3.         Komponen GPON
Konfigurasi network GPON intinya dapat dibagi menjadi 5 bagian :
a.       Network Management System (NMS)
NMS merupakan perangkat lunak yang berfungsi untuk mengontrol dan mengkonfigurasi perangkat GPON. Letak NMS ini bersamaan di dekat OLT namun beda ruangan. Konfigurasi yang dapat dilakukan oleh NMS adalah OLT dan ONT. Selain itu NMS dapat mengatur layanan GPON seperti POTS , VOIP , dan IPTV. NMS ini menggunakan platform Windows dan bersifat GUI (Graffic Unit Interface) maupun comment line. NMS memiliki jalur langsung ke OLT , sehingga NMS dapat memonitoring ONT dari jarak jauh.
b.      Optical Line Terminal (OLT)
OLT menyediakan interface antara sistem PON dengan penyedia layanan (service provider) data, video, dan jaringa telepon. Bagian ini akan membuat link ke sistem operasi penyedia layanan.







Gambar 2.1 OLT (Optical Line Terminal)

c.       Optical Distribution Cabinet (ODC)
ODC (Optikal distribution cabinet) adalah jaringan optik antara perangkat OLT sampai OPD. Letak dari ODC ini adalah sama seperti RK. ODC menyediakan sarana transmisi optic dari OLT terhadap pengguna dan sebaliknya. Transmisi ini menggunakan komponen optik pasif.

Pasif Splitter 1:4
OTB (Optical Terminal Box) menuju ODP
OTB (Optical Terminal Box) dari Sentral
 











Gambar 2.2 ODC (Optical Distribution Cabinet)

d.      Optical Distribution Pack (ODP)
Instalasi atau terminasi yang bagus dari fiber adalah persyaratan utama untuk menjamin kemampuan yang bagus dari kabel fiber optik, pada implementasi dari suatu jaringa, beberapa jenis DP yang diperkenalakna.
Syarat utama DP adalah:
A)    DP dapat di ubah tanpa mengganggu kabel yang sudah terpasang dengan cara melebihkan kabel fiber optik beberapa meter.
B)    Setiap DP harus punya ruangan splitter.
C)    DP harus memiliki akses dari sisi depan.
D)    Setiap DP harus memiliki penutup depan untuk melindungi orang dari cahaya laser yang langsung keluar dari ujung fiber.
E)     DP harus mempunyai ruang untuk memuat dan memandu kabel fiber optik.


Gambar 2.3  ODP Aerial Closure


 





e.       Optical Network Termination/Unit (ONT/ONU).
ONU menyediakan interface antara jaringan optic dengan pelanggan. Sinyal optik yang di trnsmisikan melalui ODN diubah oleh ONU menjadi sinyal elektrik yang diperlukan untuk service pelanggan. Pada arsitektur FTTH, ONU diletakkan disisi pelanggan. Perangkat ONU digunakan PT.Telkom salah satunya adalah ZXA10 FN62X. Merupakan pabrikan merek ZTE.






Gambar 2.4  ONT/ONU

4.         Material pendukung
a.    Splitter
Passive Splitter atau splitter merupakan optical fiber coupler sederhana yang membagi sinyal optik menjadi beberapa path (multiple path) atau sinyal-sinyal kombinasi dalam satu jalur. Selain itu splitter juga dapat berfungsi untuk merutekan dan mengkombinasikan berbagai sinyal optik. Alat ini sedikitnya terdiri dari 2 port dan bias lebih hingga mencapai 32 port. Splitter pada PON dikatakan pasif sebab tidak memerlukan sumber energy eksternal dan optimasi tidak dilakukan terhadap daya yang digunakan terhadap pelanggan yang jaraknya berbeda dari node splitter, sehingga cara kerjanya membagi daya optic sama rata.






Tabel 2.1 Redaman Pasif Splitter
Rasio
Redaman
1:2
2,8 – 4,0 dB
1:4
5,8 – 7,5 dB
1:8
8,8 – 11,0 dB
1:16
10,7 – 14,4 dB
1:32
14,6 – 18,0 dB




Input dari ODC 1 core
1
2
3
4
5
6
7
8
 






Gambar 2.5  Pasif Splitter

B.   Pengertian FTTH (Fiber To The Home)
1.      Pengertian FTTH
FTTH (Fiber To The Home) merupakan suatu format penghantaran isyarat optik dari pusat penyedia (Provider) ke kawasan pengguna dengan menggunakan serat optik sebagai medium penghantaran. Perkembangan teknologi ini tidak terlepas dari kemajuan perkembangan teknologi serat optik yang dapat menggantikan penggunaan kabel konvensional. Dan juga didorong oleh keinginan untuk mendapatkan layanan yang dikenal dengan istilah Triple Play service yaitu layanan akan akses internet yang cepat, suara(jaringan telepon, PTSN) dan video (IPTV) dalam satu infrastruktur pada unit pelanggan.




2.      Konfigurasi jaringan FTTH
FTTH (Fiber To The Home), dimana pada jaringan ini kabel serat optik digunakan sebagai material utama karena jaringan ini memakai KSO dari ME ke OLT, OLT ke ODC, ODC ke ODP, ODP ke ONT/ONU, itu semuanya menggunakan kabel serat optik.










Gambar 2.6 Konfigurasi Jaringan FTTH (Fiber To The Home)
3.      Alat dan material yang digunakan
Alat yang digunakan :                                                 Material yang di gunakan :
-          Splice Ilsintech                                                      -   Conektor
-          Tang potong                                                          -   Drop core
-          Cutter                                                                    -   ONT/ONU
-          Tangga                                                                  -   Paku Klem
-          Fushion splicer                                                      -   Cable Ties
-          Alcohol
-          Tisu
-          Palu




4.      Prosedur instalasi jaringan FTTH
a.       Pertama jumper patch cord dari OLT ke ODF
b.      Tarik KU dari ODF ke ODC
c.       Setelah kabel sampai do ODC, sambung SO no.1-6 dengan pigtail untuk dimasukkan ke OTB.
d.      Setelah kabel disambung, setelah itu pasang pasif splitter 1:4.
e.       Colokkan kabel input splitter menuju sentral di OTB yang disambung KU tadi.
f.       Setelah itu colokkan output splitter menuju ODP di OTB yang berada dibawah OTB yang menuju sentral.
g.      Setelah itu tarik kembali KU dari ODC menuju ODP.
h.      Setelah sampai ODP biasanya hanya 1 core saja yang disambung, karena di ODP terpasang splitter 1:8, jadi tidak banyak core yang digunakan, karenanya 1 core biasa dipakai untuk 32 pelanggan.
i.        Setelah itu sambung core berwana biru dengan pigtail, dan sambung juga pasif splitter dengan pigtail juga.
j.        Hubungkan core dari sentral dan input dari pasif splitter yang sudah terpasang konektor menggunakan coopler.
k.      Sesudah itu gelar kabel Dropcore dari ODP sampai ONT/ONU.
l.        Setelah kabel digelar, pasang konektor di kedua ujung kabel Dropcore.
m.    Setelah dipasang konektor, hubungkan salah satu ujung kabel Dropcore dengan salah satu output dari pasif splitter.
n.      Setelah itu hubungkan kembali salah satu ujung kabel Dropcore ke ONT/ONU.

o.      Setelah itu ONT/ONU di config dari kantor, dan setelah di config ONT/ONU siap digunakan.